Pages

Loading...

About Me

Foto Saya
habibi. setiaKU.COM
pamekasan, jawa timur, Indonesia
smk negeri 2 pamekasan,jurusan TKJ (TEHNIK KOMPUTER DAN JARINGAN)
Lihat profil lengkapku
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Search

Memuat...

Selasa, 05 April 2011

Memperbaiki Gambar TV LCD



Kecewa juga kalo begitu kita coba TV LCD kita gambarnya kok burem. Padahal Waktu dicoba di toko kita udah seleksi yang paling bagus gambarnya, kita habiskan waktu bandingin satu persatu antar merk antar tipe sampe keringetan. Begitu dipasang di rumah wekwowowowowowow...burem.

What happen sih.
Ya begitulah. TV LCD ini korelasinya dengan sinyal digital. Jadi waktu di toko itu, salesman/girl nya pakai player HDMI yang outputnya digital, masuk ke LCD lewat jalur
digital, mirip dengan yang terjadi di LCD personal computer kita. Kalo pingin membuktikan,
silahkan beli kabel VGA (yang notabene berkorelasi dengan sinyal digital) sambungin dari konektor VGA PC ke input VGA di TV kita. Match!!...gambar akan luar biasa jernih sampe level pixel, icon-icon terlihat jelas. Enggak ada masalah resolusi. Ini juga berlaku kalau kita mainkan DVD/VCD dari PC.
Sekarang cobain pasang TV tuner digital, pasang di TV kita. Glek, gambar lebih buruk dari
versi asli di TV. Ga ada beda juga kalo kita pakai digital tuner di PC.

What went wrong..hehehe.
Percaya deh, kalo kita tanyain ini ke sales toko di seluruh Pekanbaru sampai level
manajernya jawabannya akan ngalor ngidul, jadi mending kita beraksi sendiri aja.

Ya gitu deh. TV LCD cuma punya kemampuan menguraikan sinyal analog dengan resolusi kalo enggak 1.3 Mpixel ya 2 Mpixel. Baru segitulah yang ada di pasar sampe tahun 2008. Sementara kalo kita beli digital tuner baik versi stand alone maupun untuk PC, resolusinya enggak lebih bagus. Bayangin, sinyal dengan resolusi 1.3 Mpixel dipampang pada layar seukuran 32, 37, 42 inchi. Gimana ga burem, secara kita print aja di selembar foto pasti jelek.

Terus lagi, coba puter DVD/VCD player no matter original atau bajakse via jalur AV. Walhasil, gambar mmg terang, tapi pixelnya menyedihkan. Kepala langsung pusing ngeliatnya.

Kebetulan di camp kami sudah ada jalur TV cabel versi analog Indovision. Tentu kalau pakai
LCD gambarnya enggak akan terlalu bagus, sebab itu tadi, analog, walopun sinyalnya cukup kuat & ga perlu booster. Indikator sinyal sudah available di TV LCD.

So, dengan keadaan kaya gitu yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan input sinyal analog yang datang supaya minim noise. Asumsinya, kalo inputnya jelek (sinyal analog) terus prosesnya jelek (proses analog to digital converting yang cuma 1.3 or 2 Mpixel) tapi
perangkat outputnya bagus (LCD) hasilnya akan jelek. Noise di sisi input akan diamplifikasi
di proses yang juga jelek.

Action item.
Ternyata cuma ini yang bisa aku lakukan sementara setelah bikin beberapa percobaan
ngalor-ngidul di hari pertama: Pakai jack Coaxial yang bagusss!!

Ada berberapa model jack coaxial, tapi utk LCD aku pilih yang:
  • terbuat dari logam bodinya, gunanya untuk mengurangi noise karena better grounding. Kalau kita pakai yang plastik, di TV akan timbul titik2 putih kecil yang semakin memperburuk gambar. Malah kadang2 timbul salur2 putih.
  • Memakai penjepit mur di dalam. Gunanya untuk mengilangkan intermittent sinyal. Kalau enggak, gambar yang keluar kadang bagus kadang jelek. Mau tiap 30 detik betulin kabel?

Beberapa rekomendasi untuk perbaikan.

  • Berhubung aku cuma punya DVD player biasa (bukan HDMI) cara untuk memperbaiki gambar adalah menggunakan port & cable S-Video. S-Video walaupun dia hanya analog, tapi memiliki satu kanal yang mengatur terang gelap gambar. Jadi, pakai S-Video akan sangat membantu memperbaiki gambar di TV LCD. Lemahnya, cuma sedikit toko yang ngerti & menjual kabel S-Video di Pekanbaru. Tapi secara beruntung aku nemuin toko kecil & agak di pelosok yang jual kabel S-Video.
  • Langganan TV cable sendiri yang receivernya sudah ada HDMI atau compatible.
  • Cari TV tuner yang resolusinya besar. Mungkin belum ada, & kalo ada pasti costy.
Gambar di bawah itu contoh2 jack, pilih yang di atas tadi yaaa.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About